
Pecinta-Kesehatan, Kanker ovarium merupakan sebuah penyakit di mana ovarium yang dimiliki wanita memiliki perkembangan sel-sel abnormal. Secara umum, kanker ovarium merupakan suatu bentuk kanker yang menyerang ovarium. Kanker ini bisa berkembang sangat cepat, bahkan, dari stadium awal hingga stadium lanjut bisa terjadi hanya dalam satu tahun saja. Kanker ovarium merupakan suatu proses lebih lanjut dari suatu tumor malignan di ovarium. Tumor malignan sendiri merupakan suatu bentuk perkembangan sel-sel yang tidak terkontrol sehingga berpotensi menjadi kanker.
Kanker ovarium adalah keganasan yang terjadi pada sel-sel yang menyusun organ ovarium wanita. Ovarium adalah sepasang organ reproduksi wanita yang biasa kita sebut sebagai indung telur, terletak pada perut bagian bawah kiri dan kanan.
Ovarium tidak hanya menghasilkan sel telur, tetapi juga hormon-hormon wanita; estrogen dan progesteron. Bayangkan ketika terjadi keganasan di sana, maka fungsi normal ini akan terganggu. Bahayanya, gejala kanker ovarium sangat sulit untuk dikenali karena pada tahap awal, gejalanya mirip sekali dengan penyakit lain, seperti nyeri perut, kembung, merasa penuh pada perut, menstruasi tidak teratur dan sebagainya.
Di Inggris, British Medical Journal dan Target Ovarium Center menjelaskan bahwa dibutuhkan waktu satu bulan untuk mengetahui penyakit ini, setelah gejala muncul. Pengertian kanker ovarium memang sangat penting diketahui. Namun, gejala-gejalanya juga tidak kalah penting untuk diketahui. Pengertian kanker ovarium tidak bisa dilepaskan dari gejala-gejala yang berkaitan dengan penyakit ini. Terdapat beberapa gejala umum yang dapat dengan mudah dikenali.
Jika pengertian kanker rahim, khususnya gajala umum tersebut diketahui para wanita, pengobatannya pun bisa lebih cepat dan peluang untuk sembuh lebih besar . Oleh karena itu, pengertian kanker ovarium sangat penting diketahui oleh para wanita. Selain wajib mengetahui pengertian kanker ovarium, para wanita juga wajib mengetahui gejala umum kanker ovarium. Beberapa gejala umum kanker ovarium adalah sebagai berikut:
- Sering marasakan nyeri di perut
- Ukuran perut semakin besar
- Susah makan atau tidak nafsu makan
- Sering merasa kekenyangan
- Sering muntah dan buang air besar
- Kembung terus-menerus
- Terjadi pendarahan pada vagina
- Berat badan turun secara signifikan
- Sering merasa lelah dan sakit kepala
Dengan semakin berkembangnya kanker ovarium, gejala berikut ini juga hadir:
- Mual
- Berat Badan
- Sesak Napas
- Kelelahan (kelelahan)
- Kehilangan selera makan
Penyebab Kanker Ovarium?
Beberapa kemungkinan penyebab kanker ovarium telah diidentifikasi, bersama dengan faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk terkena.
Kanker terjadi ketika struktur DNA dalam sel mengalami perubahan (mutasi), yang dapat mempengaruhi bagaimana sel tumbuh dan berkembang. Ketika mutasi terjadi, maka sel-sel akan tumbuh dan berkembang biak secara tak terkendali, menghasilkan benjolan dari jaringan yang disebut tumor.
Pada kanker ovarium, sel-sel ovarium berubah ganas dan tumbuh tidak normal. Jika kanker ini tidak teridentifikasi sejak awal dan tidak ditangani, maka bisa menyebar ke perut dan panggul, termasuk bagian-bagian lain dari sistem reproduksi wanita.
Ada beberapa faktor resiko kenapa sel ovarium mengalami mutasi dan berubah menjadi kanker.
Ovulasi & Kesuburan
Pada proses sel telur dilepaskan ke dalam saluran tuba pada saat ovulasi, kantung telur pada permukaan ovarium pecah agar sel telur dapat keluar. Permukaan ovarium yang rusak ini dan perlu diperbaiki. Setiap proses perbaikan terjadi, ada kesempatan yang lebih besar dari pertumbuhan sel yang tidak normal selama perbaikan.
Hal inilah yang menjadi alasan mengapa risiko kanker ovarium berkurang jika Anda mengambil pil kontrasepsi, atau ketika hamil dan menyusui. Karena pada saat ini, telur tidak dilepaskan.
Usia
Risiko kanker ovarium meningkat seiring dengan bertambahnya usia, dengan sebagian besar kasus terjadi setelah menopause . Lebih dari 8 dari 10 kasus kanker ovarium terjadi pada wanita yang berusia di atas 50 tahun.
Endometriosis
Endometriosis juga dapat meningkatkan risiko kanker ovarium. Pada endometriosis, sel-sel permukaan rahim (endometrium) tumbuh di tempat lain dalam tubuh. Sel-sel endometrium yang tumbuh ditempat lain ini berperilaku layaknya ketika berada di rahim, sehingga akan mengikuti siklus haid; ada penebalan dan perdarahan yang biasanya terjadi saat menstruasi. Maka akan menyebabkan nyeri, pembengkakan dan pendarahan di daerah itu.
Bagaimana Cara Mengobati Kanker Ovarium?
Pengobatan tergantung pada seberapa jauh kanker telah menyebar. Tim dokter akan menentukan rencana pengobatan tergantung pada kondisi Anda. Pengobatan kanker ovarium kemungkinan besar akan mencakup dua atau lebih hal berikut:
- Kemoterapi Radiasi
- Operasi
- Terapi Yang Ditargetkan
- Terapi Hormon
Operasi
Pembedahan adalah pengobatan utama untuk kanker ovarium. Tujuan dari operasi adalah untuk menghilangkan tumor, tetapi histerektomi, atau pengangkatan rahim sering diperlukan. Dokter mungkin juga merekomendasikan mengangkat kedua ovarium dan tuba fallopi, kelenjar getah bening di dekatnya, dan jaringan panggul lainnya.
Terapi Target
Terapi tertarget, seperti kemoterapi dan radiasi, memiliki tujuan untuk menyerang sel-sel kanker dengan hanya sedikit kerusakan sel-sel normal dalam tubuh. Terapi tertarget yang tergolong baru dan canggih untuk mengobati kanker ovarium termasuk bevacizumab (Avastin) dan olaparib (Lynparza). Dokter hanya menggunakan olaparib pada orang dengan mutasi pada gen BRCA.
sumber :
http://aladokter.com/kanker-ovarium
https://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_ovarium
Title: Penjelasan Tentang Kanker Ovarium
Posted by:
Published :2016-06-24T01:37:00-07:00
Penjelasan Tentang Kanker Ovarium
Posted by:
Published :2016-06-24T01:37:00-07:00
Penjelasan Tentang Kanker Ovarium










Posting Komentar